Tampilkan postingan dengan label Berita dan Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita dan Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2019

Enam Siswa MAN IC OKI Wakili Sumsel di Olimpiade Sains Nasional


Kayuagung (Kemenag) ---  Enam Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) lolos ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA/MA Tingkat Nasional 2019.
Mereka adalah M. Labib Alfaraby dan Muhammad Iqbal Samudra (Fisika), Gading Widiansyah (Kimia), Muhammad Fadhil Mahendra dan M. Dugi Alfaro Putra (Ekonomi), serta Muhammad Faris Ar Rifat (Geografi). Keenamnya akan mewakili Provinsi Sumsel dalam ajang yang berlangsung 30 Juni sampai 6 Juli 2019 di Manado Provinsi Sulawesi Utara.
"Selamat untuk keenam siswa kami. Kami turut bangga dan gembira. Semoga siswa kita ini bisa mengukir prestasi di tingkat nasional nanti, sehingga mengharumkan nama Kemenag khususnya dan Provinsi Sumsel pada umumnya,” kata Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel Khusrin di Kayuagung, Jumat (28/06).
Kepala MAN IC OKI Kiagus Faisal turut gembira dan bangga atas prestasi siswanya. “Alhamdulillah, selamat kepada 6 siswa MAN IC OKI yang mewakili OSN Tingkat Nasional. Semoga lebih termotivasi untuk belajar dan mampu mengukir prestasi di tingkat nasional nanti,” harapnya.
Faisal menyampaikan, perjuangan keenam siswanya sampai tingkat nasional melalui perlombaan OSN secara berjenjang dari Kabupaten OKI hingga provinsi. “Terakhir kami turut mengantarkan siswa dalam ajang OSN tingkat Sumsel di Palembang bulan April  lalu. Alhamdulillah 6 siswa kami bisa lolos ke tingkat nasional,” ucapnya. 
Untuk diketahui, OSN merupakan kegiatan tahunan yang digelar Kemendikbud sebagai upaya penguatan pendidikan karakter melalui sains. (Tito)

Sumber : https://kemenag.go.id/berita/read/510829/enam-siswa-man-ic-oki-wakili-sumsel-di-olimpiade-sains-nasional

Jumat, 28 Juni 2019

Tiga Siswa MAN 2 Mataram akan Berkompetisi pada World Scholar's Cup di Sydney

Tiga siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram (MAN 2 Mataram) siap berkompetisi dalam World Scholar's Cup, di Sydney, Australia. Siswa-siswi MAN 2 Mataram tersebut adalah: Caliana Alula (Kelas 12 IPS), puteri dari pasangan  Rusli dan Baiq Ratnayani Sri Susilawati; Khansa Farinda Khalishah (Kelas 12 IPA) puteri dari pasangan  Fajar Kuncoro dan Melanda Dwi Martha; Maulana M. Fikri (Kelas 12 Bahasa), putera dari pasangan  Idrus dan  Bintang Zahra. 
Mereka melaju pada babak Global Round yang akan digelar pada 15-21 Agustus 2019 mendatang, setelah lolos pada regional round (putaran regional) yang diselenggarakan di  Australia Independent School Indonesia, Bali, pada 8-9 Mei lalu.  Penjelasan ini disampaikan guru MAN 2 Mataram Fina Karisma Yanti, di Mataram. 
Fina, yang juga merupakan guru pembimbing tim ini menceritakan bahwa kompetisi ini rutin diselenggarakan setiap tahun. Tahun ini, untuk putaran regional diselenggarakan di Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali.
“Kami adalah satu-satunya peserta dari madrasah, pada putaran regional di Bali. Waktu itu pesertanya berjumlah 219 tim dari sekolah-sekolah Internasional, berbahasa Inggris.  Ada yang dari Malaysia, Singapura dan India,” tutur Fina, guru bahasa Inggris kelahiran Bali ini, Jumat (28/06). 
Fina menuturkan bahwa ketiga siswa-siswinya ini mendapatkan banyak achievement (pencapaian) yang lumayan baik pada Regional Round ini. Fina juga menjelaskan bahwa di dalam kompetisi ini ada empat jenis lomba.
Pertama adalah debat bahasa Inggris. Mereka diberikan tema tertentu dan harus berdebat dengan lawan debatnya. Unsur-unsur yang dinilai banyak sekali, termasuk pronunciation (pelafalan), etika berdebat, gesture, dan sebagainya. Kedua adalah collaborative writing. Yakni membuat sebuah tulisan dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia. Penulisannya ada yang bersifat individu dan tim. 
"Ketiga adalah school challenge, semacam olimpiade sains. Temanya dalam schoola challenge ini beragam, mulai dari history, poem, music social studies, science, literature, dan sebagainya. Keempat adalah scholars bowl, semacam cerdas cermat namun diberi soal dan harus menjawab dengan cepat,” jelas Fina panjang lebar.
Dalam kompetisi Regional Round ini tim dari MAN 2 Mataram mendapatkan achievements sebagai berikut:
  1. Gold Medal of Champion scholar (Caliana Alula)
  2. Gold Medals of Colaborative Writing (Caliana Alula & Maulana M. Fikri)
  3. Gold Medal of Top Scholar (Caliana Alula)
  4. Gold Medal of Special Area (Caliana Alula)
  5. Gold Medals of Team Writing ( Caliana Alula, Khansa Farinda Khalishah, Maulana M Fikri)
  6. Silver Medal of  Colaborative Writing (Khansha Farinda Khalishah)
  7. Silver Medals of 7th place of Scholar's Qualifier (Caliana Alula, Khansha Farinda Khalishah & Maulana M. Fikri)
  8. Silver Medals of Scholar's Bowl (Caliana Alula, Khansha Farinda Khalishah & Maulana M. Fikri)
  9. Silver Medals of Champion Debater (Caliana Alula & Maulana M. Fikri)
  10. Silver Medal of Science (Caliana Alula)
Tim MAN 2 Mataram berhasil menempati urutan ke - 7 dari 10 besar yg terpilih dan berhak untuk melaju ke tahap Global Round yang akan dilaksanakan di Sydney-Australia pada tgl. 15 - 20 Agustus 2019.
Kini, bersama Fina, mereka sedang intesif berlatih untuk mempersiapkan kompetisi selanjutnya di Australia. Mohon doa untuk mereka (NJ/HF)

Selasa, 25 Juni 2019

Tema dan Logo HUT ke-74 Kemerdekaan RI

Tema dan logo peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, secara resmi dirilis oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Senin (24/6) silam, akun twitter resmi @KemensetnegRI mengunggah gambar logo peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019. Tema yang diangkat adalah "Menuju Indonesia Unggul".

Kementerian Sekreatriat Negara Republik Indonesia juga telah memposting terkait tema dan logo HUT ke-74 Kemederkaan RI ini melalui situs resminya di www.setneg.go.id.



Gambar logo orisinil memiliki warna merah dengan latar belakang berwarna putih. Terdiri atas gambar kombinasi angka 74 yang pada salah satu bagiannya saling bertumpuk dan tulisan "Menuju Indonesia Unggul", yang menjadi tema HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

Logo resmi Hari Kemerdekaan Tahun 2019 ini didesain oleh Bima Surya Pamila dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Yogyakarta. Konon, Presiden RI Joko Widodo ikut terlibat langsung dalam proses pemilihan logo. Dipilih dari beberapa karya terbaik yang sebelumnya dikurasi lebih dulu oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan AGDI.


Sejak diunggah pada akun resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, gambar logo dan tema HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019 ini mendapat tanggapan yang beragam. Hingga artikel ini ditulis, sebagaimana pengamatan Ayo Madrasah, unggahan tersebut telah mendapatkan 1.134 retweet dan 1.333 suka.




Tidak sedikit yang memberikan penilaian bahwa logo HUT ke-74 Kemerdekaan RI kali ini tampil lebih minimalis dan kekinian.

Namun hingga artikel ini ditulis, Kementerian belum merilis Graphic Standard Manualsecara lengkap. Sebagaimana pengamatan Ayo Madrasah dalam situs Kementerian Sekretariat Negara RI hanya memuat surat edaran terkait pemberitahuan tema dan logo peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 dan file logo berformat AI. Sehingga makna dan arti simbolis dari logo dan tema yang telah dibuat ini belum diketahui pasti.

Bagi yang membutuhkan file tema dan logo HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019, silakan unduh langsung melalui tautan berikut:

  • Surat Edaran terkait Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Republik lndonesia Tahun 2019 [download]
  • File AI logo HUT ke-74 Kemerdekaan RI [download]

Sumber : Ayo Madrasah

Senin, 24 Juni 2019

Kemenag dan Bank Dunia Sinergi Dongkrak Kualitas Madrasah


Jakarta (Kemenag) --- Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin telah mengusulkan program peningkatan kualitas madrasah melalui skema pembiayaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) Bank Dunia. 
“Kita sedang bekerjasama dengan Bank Dunia untuk mendongkrak kualitas madrasah, swasta maupun negeri. Kita mengusulkan sebuah program yang kita sebut sebagai Reformasi Kualitas Pendidikan Madrasah atau Madrasah Education Quality Reform," ujar Kamaruddin di Jakarta, Senin (24/06).
Kamaruddin mengaku bahwa nilai pinjaman ke Bank Dunia cukup besar. Setelah diskusi panjang, Bank Dunia setuju memberikan pinjaman senilai Rp3,7 triliun. “Awalnya, kami mengusulkan dan presentasi berkali-kali meyakinkan Bappenas. Kemudian Bappenas meyakinkan Kemenkeu, dan Kemenkeu negosiasi dengan Bank Dunia, dan akhirnya disetujui," ujarnya.
Dana sebesar itu, lanjut Kamaruddin, Rp1.6 triliun di antaranya akan digunakan untuk bantuan block grant bagi madrasah dan kelompok kerja (KKG, MGMP, KKM, dan Pokjawas). Block grant ditujukan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu madrasah berdasarkan need assessment, seperti pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, pengadaan sarana prasarana penunjang pembelajaran, pengadaan peralatan laboratorium, pengadaan buku dan sumber belajar, dan lainnya.
“Ada juga block grant untuk MGMP, KKG, KKM. Dan ini untuk seluruh kabupaten/kota se-Indonesia,” tegasnya
Kamaruddin yakin bahwa anggaran yang besar itu juga akan memberi dampak manfaat besar. Manfaat itu bahkan menyasar hingga lima puluh ribu madrasah. “Kita ingin membangun sistem,” tegasnya. 
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Imam Safei mengatakan,  setidaknya ada empat sistem yang akan dibangun. Pertama, sistem perencanaan dan penganggaran yang transparan dan berfokus pada pencapaian SNP. Kedua, sistem asesemen kompetensi siswa yang terstandar yang hasilnya digunakan untuk memperbaiki strategi pembelajaran.
Ketiga, sistem peningkatan kompetensi secara profesional dan berkelanjutan bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan. Keempat, sistem pendataaan yang akurat dan mutakhir untuk pengelolaan pendidikan yang lebih efisien dan efektif. 
“Keempat program di atas merupakan investasi katalitik (catalytic investment) yang akan  mempercepat proses terjadinya peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan madrasah yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa,” ujarnya. 
“Awalnya memang perlu investasi besar. Tapi selanjutnya akan mengecil pembiayaannya karena project knowledge akan melembaga melalui institusi yang sudah ada, baik MGMP, KKG, Pokjawas, dan lainnya,” tuturnya.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar menambahkan, penerima manfaat program ini dapat diklasifikasikan dalam enam kelompok, yaitu:
1) 3.900 Madrasah Negeri (MIN, MTsN, MAN, MAKN) di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota. 
2) 46.100 madrasah swasta (MI, MTs, MA, MAK) di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota.
3) 174.534 Guru dan Tenaga Kependidikan (Kepala madrasah, Pengawas, Laboran dan Pustakawan) di madrasah negeri dan swasta pada level MI, MTs, MA, dan MAK di 34 provinsi dan 514 kabupaten.
4) 1.100 calon kepala madrasah dan calon pengawas di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota. 
5) 8,2 Juta siswa dan siswi MI, MTs, MA dan MAK. 
6) Staf kantor Kementerian Agama di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. (AF)

Selasa, 19 Maret 2019

Storytelling Antarkan Siswa MAN 1 Karanganyar ini ke Amerika

Karanganyar (Kemenag) --- Spartan, siswa MAN 1 Karanganyar akan dikirim ke Amerika selama setahun untuk mengikuti program YES (Yourt Exchange and Study). Spartan lahir 2 Januari 2002. Sekarang ia duduk di kelas XI IPS MAN 1 Karanganyar Jawa Tengah.
Selain aktif sebagai atlet Taekwondo, Spartan memiliki kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata. Putra dari pasangan Sigit Purwanto dan Rini Puji Astuti ini pernah meraih sejumlah kejuaraan di bidang Taekwondo tingkat nasional.
Kepala MAN 1 Karanganyar Lanjar Utami mengisahkan bahwa Spartan pernah meraih juara 3 Kejurnas PPLP Taekwondo tahun 2018 di Lombok NTB. 
“Ia mempunyai kemampuan unik, yakni bercerita (storytelling). Ia juga pernah menyabet juara 1 StorytellingTK/Pelajar di IAIN Surakarta 2018,” tutur Lanjar Utami, Selasa (19/03).
Spartan termasuk siswa yang memiliki kemampuan bahasa yang baik. Di saat pergelaran Mentara Cultural Art yang digelar oleh OSIS MAN 1 Karanganyar, Spartan menyanyikan lagu dengan 10 bahasa, di antaranya Inggris, Jepang, dan German.
“Karena kemampuannya berbicara dengan baik dan kemampuan bahasa Inggrisnya, ia terpilih sebagai salah satu peserta Program Pertukaran Pelajar, AFS Intercultural Program yang dinamai dengan YES (Youth Exchange and Study),” tutur Lanjar Utami
Spartan terpilih melalui serentetan seleksi. Ia salah satu dari 80 pelajar di Indonesia yang akan mengikuti program ini selama kurang lebih setahun.
Lanjar Utami mengungkapkan, saat ini ia sedang mempersiapkan keberangkatannya ke Amerika mulai dari cek kesehatan, passport, visa, dan urusan administrasi lainnya. Semua biaya ditanggung oleh US Departement of State. Spartan dijadwalkan berangkan ke Amerika pada tanggal 5 Agustus 2019 dan pulang ke Indonesia pada bulan Juni 2020.  (hamam)

Selasa, 17 September 2013

Menag : Perbedaan Merupakan Kekayaan Bagi Kita Semua

Sulteng (Humas) – Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengajak umat Buddha di Negeri ini untuk membumikan kerukunan umat beragama. Hal ini disampaikan Menag saat membuka acara tahunan Sippa Dhamma Samajja Nasional V Tahun 2013, di Jakarta, Senin malam (16/9).

“Perbedaan merupakan kekayaan bagi kita semua, dan dunia mengakui, bahwa kerukunan di Bumi Pertiwi tercinta ini adalah yang terbaik di dunia. Sikap saling menghargai, kasih sayang dan toleransi harus selalu kita pegang teguh”, tambah Menag.

Dalam sambutannya, Menag juga berpesan kepada peserta lomba, bahwa, dalam setiap pertandingan, pasti ada yang menang dan yang kalah. Keduanya memberi makna masing-masing. “Pemenang tak boleh sombong, yang kalah tak boleh patah semangat, tetapi terpacu untuk lebih meningkatkan prestasi”, ujar Menag.

Dalam kesempatan sama, Dirjen Bimas Budha Joko Wuryanto menjelaskan, kegiatan tahunan ini dalam rangka meningkatkan kualitas mental, spiritual dan kreativitas, serta menumbuhkan bakat dan minat siswa-siswi Buddhis untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman Dhamma. “Dengan ajang Sippa Dhamma Samajja ini, mereka dapat menampilkan dan meraih prestasi yang terbaik dalam kompetisi tingkat nasional,” kata Joko Wuryanto.

Perlombaan yang dilaksanakan pada ajang Sippa Dhamma Samajja ini adalah cerdas cermat, menyanyi, melukis, dhamma desana (ceramah), menulis cerpen untuk siswa SD. Sementara untuk siswa SMP dan SMA perlombaan damma desana dengan menggunakan bahasa Inggris. Acara ini didukung seluruh umat Budha, vihara, dan majelis agama Budha dan akan berlangsung dari tanggal, 16 s.d. 18 September 2013 .
Hadir dalam pembukaan Sippa Dhamma Samajja, antara lain Sekjen Bahrul Hayat, Walikota Jakarta Utara Bambang Sudiono, para Kakanwil dan Pembimas Buddha seluruh Indonesia serta para pengurus majelis dan tokoh agama Buddha. (afh/g-penk/sk/ks/Pinmas Kemenag RI)

Sumber : http://sulteng.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=157924

Jumat, 13 September 2013

Kemenag Raih Laporan Keuangan Terbaik Tahun 2012

Sulteng (Humas) – Kementerian Agama RI kembali meraih predikat terbaik dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan tahun 2012 karena disusun dan disajikan dengan capaian standar tertinggi, yaitu Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), sehingga pada tahun 2012 ini mendapatkan opini terbaik dari BPK dan menerima penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) Dengan Paragraf Penjelasan (DPP) dari Pemerintah, yang diwakili Kementerian Keuangan.

Penghargaan tersebut diserahkan Wapres Prof Boediono kepada Menag Dr Suryadharma Ali di Auditorium Gedung Dharmapala-Kementerian Keuangan, Kamis (12/9) dalam acara Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2013. 

Dengan penghargaan ini, Kementerian Agama berarti telah dua tahun berturut-turut mendapatkan predikat yang sama. Hal ini cukup menarik dan membanggakan, karena satuan kerja (Satker) Kemenag merupakan yang terbanyak di Indonesia dengan jumlah mencapai 4.476 Satker.

Dalam sambutannya, Wapres Boediono mendukung kegiatan Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah yang dilaksanakan Kementerian Keuangan. “Saya mendukung kegiatan seperti ini, karena akan mampu memelihara dan meningkatkan komitmen serta menumbuhkan sinergi para pengelola keuangan Negara untuk melakukan pengelolaan keuangan Negara yang berkualitas, transparan dan akuntabel. (afh. Sumber : G-penk-Pinmas Kemenag RI)

Jumat, 06 September 2013

Data yang akan digunakan harus akurat dan tepat waktu

Pendis - "Merencanakan sesuatu kegiatan harus sesuai dengan data, tanpa data segala kegitan dan pekerjaan yang akan dilaksanakan akan mengalami kesulitan," ungkap Drs. Burhanuddin, MA Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Sumut, dalam arahannya ketika membuka acara Kegiatan Penguatan Tenaga Pengelola Data Pendidikan Tingkat Kanwil/Kankemenag/PTAIN/Kopertais Tahun 2013 angkatan I.

Selanjutnya Burhanuddin juga mengatakan bahwa data yang tidak valid susah untuk dijadikan acuan untuk mengambil keputusan, terutama keputusan untuk menentukan kebijakan.

Menurut Kabid PAKIS data yang akan digunakan harus akurat dan tepat waktu, akurat berarti sesuai dengan yang ada di lapangan sedangkan tepat waktu adalah data yang digunakan harus sesuai waktu diterbitkannya data atau paling tidak jarak waktunya tidak jauh. Di sisi lain ada korelasi yang sangat penting antara data khususnya data pendidikan dan penganggaran, dengan gambaran bahwa penganggaran di bidang pendidikan akan sangat tergantung dari keberadaan data yang valid, akurat dan tepat waktu.

Sampai saat ini berbagai pencapaian dalam bidang pendidikan yang telah dilakukan Kementerian Agama tidak lepas dari peran EMIS sebagai penyuplai data dan informasi pendidikan Islam.

Sementara itu Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Setditjen Pendidikan Islam Kastolan, S.Pd, M.Si, dalam arahannya meminta kepada para peserta untuk lebih serius dan tekun dalam melakukan pendataan di daerah.

Dalam laporan kegiatan yang dibacakan Aziz Shaleh bahwa kegiatan Penguatan Pengelola Data Pendidikan ini terbagi dalam 12 lokasi, yakni Medan, Palembang, Batam, Makassar, Bogor 1, Magelang, Malang, Denpasar, Manado, Balikpapan, Serang dan Bogor 2.

Kegiatan yang berlangsung di Medan tanggal 20-23 Agustus 2013 ini diikuti oleh peserta dari Kankemenag Kab/Kota seProvinsi Sumatera Utara dan Kankemenag Kab/Kota sePropinsi Aceh sebanyak 138 peserta.
(ra)

Sumber : http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6966#.UimmInpQnVo

Kamis, 05 September 2013

Dirjen Pendis : Jika memungkinkan, riset akan menjadi salah satu ciri khas madrasah

Pendis - Di sela-sela Launching Program Madrasah Riset Nasional (Pro Madrina) yang berlangsung di Mataram NTB (04/09), Nur Syam selaku Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama mengungkapan kepada para wartawan bahwa "Program Madrasah Riset" diharapkan mampu memberikan pembelajaran tuntas bagi siswa madrasah yang menyukai riset.

"Mengamati perkembangan satu tahun terakhir, saya melihat banyak penelitian yang dilakukan oleh siswa madrasah, baik di tingkat MTs maupun MA yang sangat bagus dan bersentuhan langsung dengan masyarakat," kata Nur Syam.

"Bahkan, ada siswa madrasah yang menghasilkan buku riset," tambah Nur Syam.

Selanjutnya Nur Syam menjelaskan, berawal dari pembelajaran yang tidak sekedar bersifat teoritis-konseptual, tapi juga penelitian empiris, siswa madrasah menunjukan prestasi yang sangat luar biasa. "Ada yang meriset makanan sehat, pengawetan makanan, pupuk organik, dan lain sebagainya," lanjut Nur Syam.

"Kami berkeyakinan, di masa yang akan datang, madrasah bisa menjadi pusat riset, tentunya riset-riset yang tidak terlalu sulit," katanya lagi.

Bahkan, lanjut Nursyam, jika memungkinkan, riset akan menjadi salah satu ciri khas madrasah. Dengan demikian madrasah siap menghasilkan peneliti-peneliti pemula tingkat MTs-MA, menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang baik dan berkualitas untuk mengembangkan kualitas pendidikan Islam secara berjenjang.

"Ke depan, madrasah siap menjadi tempat belajar yang memadukan antara ajaran Islam yang kuat dan akhlakul karimah dengan mempertimbangkan keseimbangan iman, ilmu, dan amal," tutur Nur Syam.

Sementara itu Gubernur NTB, TGH M Zaenul Majdi dalam sambutannya pada Launching tersebut mengatakan "Program Madrasah Riset akan mengembalikan khittah madrasah."

"Ini Program yang sangat luar biasa, perlu didukung. Ini sebuah terobosan cerdas dari Kementerian Agama," terang Zaenul Majdi. "Program ini akan mengokohkan kembali tradisi ilmiyah di dunia Islam," tutur Gubernur lulusan Mesir ini optimis.

Sumber : http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6973#.UimpXnpQnVo